wow banget

welcome to my be-log. there will be something usefull in this site. you'll see '_'

Sabtu, 12 Mei 2012

kemasan yang ramah lingkungan



“Perkembangan industri plastik dengan teknologi sustainable packaging”

Kemasan Ramah Lingkungan atau biasa disebut dengan sustainable packaging untuk produk makanan dan minuman kini telah muncul di Indonesia, seiring dengan maraknya isu mengenai pemanasan global dan isu-isu lain yang berhubungan dengan pencemaran lingkungan yang menjadi sebuah permasalahan tersendiri beberapa tahun ini. Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan penting tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia. Menurut data riset Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia, sampah plastik yang terbuang kini telah mencapai angka fantastis, yaitu sebanyak 26.500 ton per hari.
Penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk produk makanan dan minimunan kini juga sudah menjadi sebuah tren internasional. Yang dimana, ide penggunaan kemasan ramah lingkungan ini sudah lebih berkembang terlebih dahulu di kalangan asing. Kini para pelaku industri di Indonesia, juga melihat hal ini sebagai peluang untuk mengembangkan dan mengikuti tren ini agar tidak tersisih dalam persaingan global. Selain itu penggunaan kemasan ramah lingkungan merupakan suatu keperluan yang harus di terapkan oleh setiap pelaku industri di Indonesia mengingat saat ini dunia tengah diramaikan oleh isu-isu mengenai bahaya limbah yang berasal dari sampah produk terutama limbah plastik.
Plastik yang tidak ramah lingkungan yang umum digunakan selama ini adalah jenis plastik non-biodegradable (plastik yang secara biologis tidak dapat terurai). Namun sekarang pengembangan kemasan ramah lingkungan tertuju pada plastik biodegradable yang kini telah diadaptasi kegunaannya dikalangan produsen plastik untuk makanan dan minuman, karena memberikan alternatif serta solusi untuk permasalahan limbah di lingkungan dan juga pemanasan global yang terjadi sekarang ini.
Kemasan ramah lingkungan atau plastik biodegradable adalah sebuah teknologi  yang canggih dalam perkembangan industri plastik di dunia. Plastik biodegradable dapat dibuat dari polimer alami atau biasa disebut dengan Polylactic Acid (PLA). Polylactic Acid (PLA) diproduksi melalui proses fermentasi gula atau starch oleh Lactobacillus menjadi lactic acid yang selanjutnya dipolimerisasi dengan bantuan panas dan katalis logam menjadi PLA. Polylactic Acid itu sendiri memiliki sifat tahan panas & kuat, serta merupakan polimer yang elastik.
Proses Polylactic Acid – Research, Refine dan Reuse
Sustainable Packaging Cycle
Sekarang, kita lihat yuk 2 contoh merek global yang kini sudah mulai mengembangkan penggunaan kemasan ramah lingkungan:
1. Starbucks Coffee
Gelas Starbucks
Semua pencinta kopi di Indonesia pasti pernah mencicipi kopi nikmat buatan Starbucks. Tahukah kalian, gelas plastik untuk kopi dingin atau kopi panas kalian yang saat ini dipakai oleh produsen kopi yang terkenal diseluruh dunia ini, menggunakan kemasan ramah lingkungan loh! Karena ternyata gelas-gelas kopi tersebut menggunakan bahan dari PLA. Tidak hanya gelas saja, namun sedotan khas Starbucks yang berwarna hijau dan container (boks plastik) yang kamu dapatkan ketika take away desert seperti cake dan piedari Starbucks, semua memakai bahan PLA.
2. Coca Cola
Botol Plastik Coca Cola
Coca Cola kini melakukan penghijauan! Perusahaan soft drink terbesar di dunia, yang berasal dari  Atalanta, Amerika Serikat ini kini telah mengikuti trend kemasan ramah lingkungan dan memakai jenis plastik botol green environmental yang diberi nama PlantBottle.
Berdasarkan Copenhagen Climate Summit, botol Coca Cola yang terbaru kini memiliki 12 sampai 19 persen carbon footprint yang lebih kecil dibandingkan dengan botol plastik terdahulunya. PlantBottle dari Coca Cola memanfaatkan bahan-bahan yang berasal tanaman alami seperti jagung, gula bit, gandum, ubi jalar dan beras serta menjamin 100 persen botol-botol tersebut dapat di daur ulang kembali.
Selain 2 contoh produk diatas, masih banyak merek-merek lain yang mulai mengembangkan kemasan ramah lingkungan di setiap produk mereka. Tapi banyak pula, merek-merek lokal dan asing yang masih belum mengembangkan kemasan ramah lingkungan, dengan memakai plastik non-biodegradable yang secara biologis tidak dapat terurai dan sangat merugikan lingkungan.
Untuk dapat mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan di Indonesia, program ini tidak hanya diterapkan sendiri oleh pelaku bisnis, tetapi juga perlu dorongan dari konsumen dan juga pemerintah. Misalnya, adanya bantuan dari pemerintah untuk mentranformasikan penggunaan kemasan ramah lingkungan dengan menciptakan aturan-aturan yang mendorong pelaku bisnis untuk penggunaan kemasan tersebut. Sedangkan dari sisi konsumen,  dukungan yang diperlukan adalah minat kita untuk lebih membeli produk yang menggunakan kemasan ramah lingkungan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar